Selasa, 24 Januari 2012

Maha Menyembuhkan

"dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,"
(QS. Asy Syu’araa’, 26:80)

Salah satu ketidakberdayaan manusia tampak paling jelas di saat ia sakit. Agar manusia merasakan hal ini, Allah telah menciptakan ratusan jenis penyakit yang beragam. Setiap penyakit menimpakan penderitaan yang berbeda pada tubuh dan pikiran seseorang. Namun semuanya itu dirancang untuk suatu tujuan.

Kecilnya ukuran virus yang tak terlihat mata telanjang menjadikan seseorang tidak menyadari keberadaannya, dan saat berada dalam tubuh manusia virus tidak selalu dapat dikenali, ini adalah bukti nyata kekuasaan Allah. Adanya percobaan dan penelitian oleh para ilmuwan untuk membasmi satu virus saja membuktikan kehebatan ciptaan Allah yang tiada tara.

Karena Allah-lah yang menimpakan penyakit ini, maka seseorang dapat sembuh hanya dengan kehendak-Nya. Bila Allah menghendaki, Dia mampu menghilangkan penyakit karena Dia-lah Yang Maha Menyembuhkan.

Sebaliknya, bila tidak, tak satu dokter pun di dunia ini dengan perangkat teknologi tercanggih dan obat terbaru yang mampu menyembuhkan penyakit seseorang. Semua obat hanyalah sarana untuk membantu kesembuhan seseorang. Jika Allah mengehendaki, Dia akan menjadikan pengobatan tersebut sebagai jalan tercapainya kesembuhan. Sebaliknya, penyakit yang tampaknya tak berbahaya dapat saja menyebabkan kematian, kecuali Allah berkehendak lain.

Oleh sebab itu, manusia hendaknya membandingkan kelemahannya ini dengan Keperkasaan Allah dan meminta pertolongan-Nya di saat mengalami kesulitan. Jangan lupa bahwa kita tidak memiliki penolong dan pelindung selain Allah.

»»  baca lanjutannya sob .. ..

Minggu, 15 Januari 2012

bunga untuk ibu

-Bunga Untuk Ibu-

Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cant. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.

Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”

“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”

“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.

“Uang saya tidak cukup.”

“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.

Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.

Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.

Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.

Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.

Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya.
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Kamis, 12 Januari 2012

Tindakan Tuhan

Kita sering mengeluh dan bertanya-tanya, kapankah Tuhan akan
bertindak, padahal sesungguhnya Tuhan yang sedang menantikan tindakan kita.

Kita sering menunggu perlakukan baik kepada kita, tapi yang belum kita lakukan.
Kita sering bertanya apakah Tuhan mendengar permintaan kita, pada saat
kita berlaku seperti tidak pernah mendengar permintaan Tuhan.

Jika kita meminta kehidupan yang baik, marilah kita melakukan sesuatu yang membaikkan kehidupan.
Lakukanlah yang Anda minta.

Hanya menghindari kemiskinan, tidak sama dengan membangun kesejahteraan.
Seperti,Hanya menghindari kematian, tidak sama dengan membangun kehidupan yang baik.
Atau seperti,Hanya menghentikan keluhan, tidak sama dengan bersegera melakukan yang dapat kita lakukan.

Seperti juga,Hanya menghilangkan kesedihan, tidak sama dengan menceriakan diri bagi kebahagiaan keluarga.
Dan seperti,Hanya menghindari kelemahan, tidak sama dengan menegaskan diri untuk
menjadi pribadi kuat.

Maka, marilah kita berhenti hanya mengeluhkan kelemahan. Marilah kita tegas mulai menguatkan diri.

Kekuatan pribadi menentukan kekokohan hidup.

Semoga Tuhan mentenagai ketegasan kita untuk menjadi pribadi yang kuat kedamaiannya, agar kita pantas bagi kehidupan yang kokoh.

Aamiin
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Jumat, 06 Januari 2012

AIR MATA IBU .. ..


Ibu menangis. Air mata mengucur di pipinya yang cekung. Ketika itu aku baru selesai berdzikir setelah mengimaminya. Tasbih ditangannya terus berputar, bersama dzikir yang terus terlantun dari bibirnya. Ibu khusyuk dalam isak dan deraian air mata.  "Kenapa Ibu menangis?" pertanyaan itu terpaksa kusimpan. Aku tidak akan mengganggu Ibu yang masih khusyuk dengan dzikir. Aku memikirkan berbagai kemungkinan penyebab menangisnya Ibu. Mungkinkah kematian Bapak? Tapi,  bukankah kematian Bapak sudah lama sekali? Sudah lima tahun. Atau karena tanah kuburan Bapak yang tidak mendapat izin untuk dibeton dan hanya boleh didirikan batu nisan. Hal itu tidak akan membuat Ibu menangis. Aku sangat  mengenal Ibu. Ibu paling tidak menyukai hal-hal yang berbau kemewahan. Ibu  selalu ingin menginginkan kesederhanaan.

Kenapa Ibu menangis? Sayang aku sangat jarang pulang dan tidak bertemu Ibu setiap hari. Hingga aku kurang mengetahui keadaan Ibu belakangan ini. Mungkin ada suatu persoalan yang membebaninya....

Bertengkar dengan seseorang? Ah rasanya tidak. Setahuku Ibu tidak punya musuh. Ia selalu mengalah setiap kali berbenturan dengan orang lain. Ibu lebih banyak diam daripada mengomel. Tidak mungkin rasanya Ibu bertengkar dengan orang lain, karena memang itu bukan kebiasaan Ibu.  Tapi kenapa Ibu menangis? Ibu belum juga selesai berdzikir. Aku sudah selesai sejak lima menit lalu. Aku sudah berdoa, mohonkan ampun atas dosa Ibu dan Bapak yang telah mengasuhku sejak kecil. Ibu belum juga usai.  Aku berdiri dan meninggalkan Ibu sendirian di ruang shalat dengan tetap menyimpan pertanyaan, kenapa Ibu menangis? Kutunggu Ibu diruang makan.  Bukankah Ibu selalu khusyuk dalam shalat? Kembali aku dibayang berbagai kemungkinan. Bukankah Ibu tidak pernah lupa mendirikan shalat,mengaji dan  berdzikir? Bukankah Ibu paling senang mendengarkan ceramah dimasjid?  Bukankah Ibu juga tidak melewatkan acara wirid? Bukankah Ibu sudah cukup punya bekal untuk menghadapi segala cobaan...

Tapi kenapa Ibu sampai menangis?  Karena aku mengimami Ibukah? Mustahil! Bukan sekali ini saja aku mengimami Ibu. Sudah berulang kali.  Hampir setiap kali pulang ke rumah aku mengimami Ibu, terutama saat  shalat maghrib dan isya. Ibu sudah berumur tujuhpuluh tahun lebih. Tujuh orang anak merupakan  berkah yang selalu disyukurinya dan kami semua kini sudah besar. Aku yang  bungsu sudah duduk di perguruan tinggi. Aneh rasanya kalau Ibu masih  bersedih hati diusianya yang senja ini. Seharusnya Ibu banyak tertawa dan  bercanda bersama cucu-cucunya. Bukankah cucu-cucunya selalu bersamanya  setiap hari?  "Sudah makan Yung?" tanya Ibu mengagetkanku. Ibu muncul dengan senyum  mengembang. Tak kulihat bekas tangisan di wajahnya. Mungkin sudah dihapus. "Belum Bu, Ayung menunggu Ibu." "Ibu sudah makan." "Kapan? Bukankah hidangan ini belum disentuh siapapun? Ayolah Bu, Ayung  sudah rindu ingin makan bersama Ibu." "Makanlah!" kata Ibu sambil menarik kursi. Aku pun mulai menyanduk nasi  dan mengambil beberapa sendok sambal. Tapi Ibu tetap saja tidak makan  nasi. Ia hanya mengambil panganan dan memakannya."Bagaimana kuliahmu?"
"Alhamdulillah Bu, berkat doa Ibu."
"Belanja harianmu bagaimana?"
pertanyaan yang tidak pernah
 kuinginkan ini selalu meluncur dari bibir Ibu. Pertanyaan itu kurasakan bagai keluhan  dalam hidup. Kuakui selama kuliah aku harus berusaha dan bekerja keras  untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari. Uang kost, transport dan kebutuhan  kuliah. Memang, yang namanya usaha kadang-kadang dapat, kadang tidak.  Ketika dapat alhamdulillah. Aku bisa makan dan membeli kebutuhan lain.  Jika tidak, maka mau tidak mau aku harus puasa. Hal ini yang sering  aku alami. Tapi persoalan ini tidak pernah kuceritakan kepada siapapun,  termasuk Ibu dan saudara-saudaraku. Aku takut terlalu banyak mengeluh.

"Alhamdulillah, Tuhan masih memberikan rejeki Bu," selalu kujawab begitu.  Biasanya Ibu tidak akan bertanya lagi setelah itu.  "Bu!" sapaku ketika Ibu terdiam.  "Mmm," jawab Ibu.  "Kenapa seusai shalat tadi Ibu menangis?" Ibu terdiam mendengar  pertanyaanku.  "Ayung cemas melihat Ibu menangis. Ibu masih diam. Aku menyelesaikan suapanku, setelah itu membasuh tangan  dan melapnya dengan serbet.  Ibu masih diam, tapi di matanya kulihat airmata mulai berlinang.  Setelah itu berceritalah Ibu. Seminggu yang lalu di surau Balenggek tempat Ibu selalu sembahyang berjama'ah, ada ceramah agama mingguan. Ketika itu penceramahnya datang dari luar daerah. Ibu mengikuti ceramah tentang anak yang berbakti kepada  orang tua dan anak yang shalih..

"Anak-anak yang shalihlah yang menyelamatkan orang tuanya dari api neraka,  karena doa anak yang shalih sangat didengar oleh Allah swt," kata ustad. "  Tapi sebaliknya orang tua tidak selamat dari api neraka jika
anak yang  dididiknya tidak mampu menjalankan ibadah dan tidak pandai membaca  Alquran.

"Walaupun orang tuanya sendiri taat beribadah?" tanya Ibu waktu itu.  "Ya, apa artinya kita taat tapi tidak membuat anak taat kepada Tuhannya.  Apalagi sampai tidak bisa sembahyang dan mengaji, anak yang jauh dari  perintah Allah dan mendekati laranganNya. Maka orang tuanya di akhirat  akan ditanya tentang anak-anaknya. Maka sia-sialah ketaatan orang tua jika  di akhirat nanti anak mengakui dirinya tidak dididik oleh orang tuanya  untuk taat beribadah. Tidak pernah menegur, memukul bahkan menamparnya,  jika lalai menjalankan perintah agama."  Ketika itu Ibu menyadari apa yang sudah dilakukannya selama ini. Ibu ingat  Jai, Jou, Han dan Fai. Saat itulah Ibu merasa hidup dan ketaatannya selama  ini tak berarti sama sekali. Sejak itu Ibu banyak diam dan melamun.  Anak-anaknya sampai sekarang tidak pernah membaca Alquran di rumah dan  jarang sembahyang, bahkan tidak pernah sama sekali. Ibu merasa bersalah  setelah mendengar ceramah itu. Ibu menyadari bahwa ia tidak mendidik  anak-anaknya sesuai ajaran agama. Ibu selalu tidak tega memarahi anaknya,  dan melihat anaknya menangis, apalagi kalau ada yang murung dan kesal.


Mungkin itulah sebabnya anak-anak Ibu banyak yang tidak dapatmembaca  Alquran Ibu tidak pernah tega memaksa mereka untuk belajar Ibupun tidak  marah. Bukankah ini berarti Ibu tidak sanggup mendidik anak.
Bukankah Ibu  gagal menjadi orang tua?  "Tapi Bu, bukankah Ayung selalu taat sembahyang dan membaca Alquran? Dan  Ayung selalu berdoa untuk Ibu dan Bapak? Lantas apa artinya usaha Ayung selama ini Bu?" kataku kepada Ibu."Terima kasih Yung, Ibu sangat bangga padamu. Ibu senang kamu mampu  menjadi imam untuk Ibu. Ibu pun selalu berdoa untukmu. Yang Ibu pikirkan  adalah kakak-kakakmu yang tidak mampu membaca Alquran dan tidak  menjalankan shalat."

Kuakui selama ini memang hanya aku dan ibu yang shalat berjama'ah, walaupun sebenarnya kakak-kakakmu sedang berada di ruamh. Mereka lebih suka duduk di lapau dan sepertinya tidak menghiraukan panggilan azan yang  berkumandang dari masjid. Dan Ibu tidak pernah menegur hal itu. Aku pun  tidak pernah mempersoalkan mereka. Sementara aku merasa takut,selain  karena lebih kecil juga karena aku takut mencampuri urusan mereka.


"Itulah Yung. Ibu merasa sedih. Kamulah satu-satunya anak Ibu yang taat,  yang mengimami Ibu, walaupun kamu yang terkecil. Entahlah.. Ibu sudah  semakin tua, ajal sudah di ambang pintu. Ternyata Ibu masih meninggalkan  banyak pekerjaan yang tidak selesai, ternyata Ibu tidak mampu mendidik  kalian dan kalian ternyata tidak bisa mendidik diri sendiri,"kata Ibu  terisak.

Air mataku mengalir tanpa terasa.  "Ada apa? Kok Ibu menangis? Ini pasti ulah kamu Yung! Kamu tidak  henti-hentinya membuat Ibu sedih, dan menangis. Tahukah kamu bahwa membuat orang tua bersedih hatinya itu dosa?" Tiba-tiba Han kakakku yang nomor  tiga datang dan memarahiku.  "Sebagai anak laki-laki kamu jangan terus-terusan bersama Ibu, itu cengeng  namanya. Lihat tuh di lepau orang-orang ramai. Duduklah di sana biar orang  tahu bahwa kita bermasyarakat. Bukan dalam rumah,"  katanya lagi sambil menekan kepalaku."Jangan kasar begitu pada adikmu Han. Ia kan baru sele...,""Kalau tidak seperti itu, ia akan lembek seperti perempuan Bu,yang  duduknya cuma di dapur."  "Tapi ia kan masih kuliah."  "Aah. Ibu selalu membelanya, mentang-mentang ia kuliah. WalaupunHan tidak  pernah kuliah, Han ini anak Ibu. Sekurang ajar apapun aku yangmelahirkan  Han adalah Ibu. Tapi kenapa dia, Ibu perlakukan berbeda dengan Han?" Han  menunjuk-nunjuk diriku.  Mendapat serangan kata-kata seperti itu, Ibu menangis lagi. Aku hanya  terdiam terpana ketika Han kemudian berlalu dan tidak menghiraukan tangis  Ibu.  Air mata Ibu mengalir lagi. Ingin aku menghapusnya, tapi bagamana dengan kesedihannya? Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma, kamarabbayana  saghiraa. Amin. Hanya itu yang mampu kulakukan.*
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Sombong dan Angkuh

Agar tidak bersifat sombong dan angkuh

Beberapa panduan Imam Al- Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong dan angkuh

1.Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita, karena kanak-kanak ini belum banyak melakukan dosa daripada kita.

2.Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadat.

3.Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena banyak ilmu yang telah mereka pelajari dan ketahui.

4.Apabila melihat orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka membuat dosa dalam kejahilan, sedangkan kita membuat dosa dalam keadaan mengetahui.

5.Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin satu hari nanti dia akan insaf dan bertaubat atas kesalahannya.

6.Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan diberi hidayah oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.


»»  baca lanjutannya sob .. ..

Senin, 02 Januari 2012

Mengapa membaca Qs.Al-Kahfi? [terjemahan]

Mengapa membaca Qs.Al-Kahfi?
Selalu membaca Surat Al-Kahfi hari istimewa Jumat, tapi sayangnya beberapa orang mungkin tidak tahu kebijaksanaan kredit atau membaca surah ini .. dan kau mendalam dalam AVI dan bekerja sampai sesaat sebelum pencarian dan tiba di hasil mengejutkan bahwa saya menyukai mereka bergabung dengan saya

Pada kenyataannya, ada banyak tentang hal ini, tapi saya memilih ini singkatnya yang indah dalam hal ini ..

Kebaikan Quran dan berkat, karena Firman Allah rumah untuk Abdo Muhammad, mukjizat abadi, dan, sebagaimana nabi mengatakan doa terbaik dan perdamaian:

"Pilihan Anda belajar Quran dan mengajarkannya" ..

Untuk mempelajari lebih lanjut, kita memahami bahwa arbiter tanda-Nya ..

Gua dari Mekah Sura Sura, salah satu dari lima dimulai dengan (terima kasih Tuhan) (cahaya, sapi, gua, Saba, pencipta), dan Sura ini mengatakan empat kisah al-Qur'an adalah orang-orang dari Gua, pemilik Gantin, Musa, saw dan Odhu sayuran berabad-abad. Untuk surah ini disukai sebagai Nabi perdamaian dan berkah dari yang terbaik:

"Siapa saja yang mendaraskan Surat Al-Kahfi pada hari Jumat menyala Dia Allah cahaya antara kaki dan langit"

Kata

"Siapa pun yang menangkap Anda oleh Antikristus membacakan beberapa ayat dari Surat Al-Kahfi memiliki infalibilitas Antikristus"

Dan berbicara tentang kebaikan yang banyak.

Gua dari empat cerita dihubungkan oleh satu sumbu, yang menggabungkan empat godaan dalam hidup:

Strife agama (cerita rakyat gua), fitnah (pemilik Gantin), pesona ilmu pengetahuan (Musa dan Hijau), kekuasaan penghasutan (Zulkarnain).

Ini perselisihan yang parah pada orang-orang dan mesin utamanya adalah Iblis, yang menghiasi fitnah dan begitu datang ayat

(Dan ketika Kami berkata kepada malaikat: Bersujudlah kepada Adam diri mereka kecuali Iblis bersujud adalah jin Vvsag perintah Tuhannya dan keturunannya Avttakdhunh orang tua Donny Anda adalah musuh jahat dari para penindas gantinya) ayat 50

Di tengah Sura juga. Oleh karena itu Nabi, kedamaian dan berkat yang terbaik yang dibaca oleh Esme Allah dari godaan Antikristus karena ia akan datang ke godaan untuk empat orang dengan irama.

Seperti yang tercantum dalam hadis:

"Penciptaan Adam sampai waktu yang sebagian besar percobaan makar dari Antikristus"

Dan itu lebih baik baginya untuk mencari perlindungan dan kedamaian dalam doanya dari empat dari mereka Antikristus perselisihan. Gua dan cerita berbicara untuk setiap salah satu godaan dan kemudian komentar muncul setelah perselisihan infalibilitas:

1. Strife agama: kisah orang-orang muda yang melarikan diri dari agama mereka Vaowa Raja tidak adil ke gua di mana keajaiban terjadi kepada mereka untuk menjaga mereka tiga ratus tahun dan menambahkan sembilan, desa telah menjadi semua konsolidasi. Kemudian datang ayat menunjukkan bagaimana infallibilitas ini menarik

(Dan bersabar dengan diri Anda dengan mereka yang menyebut Tuhannya di pagi dan sore, mencari wajah-Nya, tidak pula mata Anda dengan mereka Anda ingin membumbui kehidupan dan tidak taat dengan mengabaikan hati kita mengikuti keinginan dan diperintahkan Virta * Katakan kebenaran dari Tuhanmu bersedia, biarkan dia percaya dan siapapun yang mau, biarlah ia kafir Sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orangyang lalim api mengambil Sradgaha mereka The Istgathoa Agathoa air minum Kalmhl wajah jahat memanggang dan memburuk Mrtfaqa) ayat 28-29.

Valasmh agama dari godaan untuk menjadi teman benar dan mengingat akhirat.

2. Uang Fitna: kisah Attah Gantin Allah segala sesuatu Allah dan Vkfr Bonam membantah Baath menebangi Allah Gantin. Kemudian datang infalibilitas ini menarik (dan memukul mereka seperti kehidupan ini, air untuk diturunkan dari surga ketika ia melihatnya tanaman tanah menjadi Hhima berangin dan Tuhan adalah segalanya Kekayaan * perkasa dan anak-anak menghiasi kehidupan, dan yang lain bekerja terbaik ketika pahala Tuhan dan harapan terbaik) ayat 45 dan 46.

Dan kekebalan dari godaan uang adalah untuk memahami realitas dunia ini dan mengingat akhirat.

3. Fitna bendera: kisah Musa dengan Hijau dan berpikir bahwa saya tahu orang-orang di bumi diwahyukan kepadanya oleh Allah SWT bahwa ada seseorang saya tahu dia pergi untuk menemuinya dan belajar dari itu tidak berdiri untuk apa yang dia lakukan untuk sayuran karena ia tidak memahami kebijaksanaan dari tindakannya, tapi untuk mengambil pada nilai nominal saja. Tanda maksum ini menarik

(Dia akan menemukan saya sabar, insya Allah, Anda tidak mematuhi perintah) Ayat 69.some

Dan kekebalan dari godaan ilmu pengetahuan adalah kerendahan hati dan bukan ilmu arogansi.

4. Godaan kekuasaan: kisah abad, yang adalah raja hanya memiliki ilmu dan ditularkan dari terbitnya tanah di sebelah barat, Nas dan panggilan kepada Allah dan menyebar baik sampai ia tiba bagi orang-orang yang takut serangan Gog dan Magog Voaanam untuk membangun bendungan untuk mencegah mereka dari mereka dan masih bendungan ada untuk hari ini. Infalibilitas ayat (Katakanlah Anda Nnbikm Balokhosran * yang bekerja upaya telah sia-sia dalam hidup ini sementara mereka berpikir bahwa mereka melakukannya dengan baik) Ayat 103 dan 104

Valasmh dari godaan kekuasaan adalah pengabdian kepada Allah dalam realisasi dan mengingat akhirat.

Akhir dari Sura: infalibilitas perselisihan: ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi berfokus pada kekebalan penuh dari pencobaan dengan mengingat hari akhirat

(Katakanlah: Aku hanya manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah satu Allah, itu berharap untuk bertemu Tuhannya, biarkan dia bekerja kebenaran dan mitra dalam penyembahan Tuhannya) Ayat 110

Kami harus bekerja pekerjaan yang baik di benar dan setia kepada Tuhan bahkan menerima, dan pembebasan dari godaan menunggu untuk bertemu dengan Allah SWT
»»  baca lanjutannya sob .. ..

لماذا نقرأ سورة الكهف ؟

لماذا نقرأ سورة الكهف ؟

دائما نقرأ سورة الكهف خاصة بيوم الجمعة ، ولكن مع الأسف قد يجهل البعض الحكمة او الفضل من قرأة هذه السورة ..وكنت غير متعمق بشكل وافي حتى عملت بحث قبل قليل ووصلت الى نتيجة مدهشة احببت ان تشاركوني بها


والحقيقة هناك الكثير حول هذا الموضوع ولكن اخترت هذا الايجاز الجميل بهذا الخصوص ..


كل القرآن خير وبركة،لأنه كلام الله المنزل على عبده محمد ، وهي معجزته الخالدة،، وكما قال الرسول عليه أفضل الصلاة والسلام :


"خياركم من تعلم القرآن وعلمه"..


وحتى تتعلم أكثر علينا أن نفهم محكم آيته..


سورة الكهف من السورة المكية وهي إحدى خمس سورة بدأت بـ (الحمد لله) (الفاتحة، الأنعام، الكهف، سبأ، فاطر) وهذه السورة ذكرت أربع قصص قرآنية هي أهل الكهف، صاحب الجنتين، موسى علية السلام والخضر وذو القرنين. ولهذه السورة فضل كما قال النبي عليه أفضل الصلاة والسلام:


" من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء الله له من النور ما بين قدميه وعنان السماء"


وقال


" من أدرك منكم الدجال فقرأ عليه فواتح سورة الكهف كانت له عصمة من الدجّال"


والأحاديث في فضلها كثيرة.


وقصص سورة الكهف الأربعة يربطها محور واحد وهو أنها تجمع الفتن الأربعة في الحياة:


فتنة الدين (قصة أهل الكهف)، فتنة المال (صاحب الجنتين)، فتنة العلم (موسى عليه السلام والخضر) وفتنة السلطة (ذو القرنين).


وهذه الفتن شديدة على الناس والمحرك الرئيسي لها هو الشيطان الذي يزيّن هذه الفتن ولذا جاءت الآية


(وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاء مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا) آية 50


وفي وسط السورة أيضاً. ولهذا قال الرسول عليه أفضل الصلاة والسلام أنه من قرأها عصمه الله تعالى من فتنة المسيح الدجّال لأنه سيأتي بهذه الفتن الأربعة ليفتن الناس بها.


وقد جاء في الحديث الشريف:


"من خلق آدم حتى قيام الساعة ما فتنة أشدّ من فتنة المسيح الدجال"


وكان عليه أفضل الصلاة والسلام يستعيذ في صلاته من أربع منها فتنة المسيح الدجال. وقصص سورة الكهف كل تتحدث عن إحدى هذه الفتن ثم يأتي بعده تعقيب بالعصمة من الفتن:


1. فتنة الدين: قصة الفتية الذين هربوا بدينهم من الملك الظالم فآووا إلى الكهف حيث حدثت لهم معجزة إبقائهم فيه ثلاثمئة سنة وازدادوا تسعا وكانت القرية قد أصبحت كلها على التوحيد. ثم تأتي آيات تشير إلى كيفية العصمة من هذه الفتنة


(وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا * وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقًا) آية 28 – 29.


فالعصمة من فتنة الدين تكون بالصحبة الصالحة وتذكر الآخرة.


2. فتنة المال: قصة صاحب الجنتين الذي آتاه الله كل شيء فكفر بأنعم الله وأنكر البعث فأهلك الله تعالى الجنتين. ثم تأتي العصمة من هذه الفتنة (وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاء فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا * الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا) آية 45 و46.


والعصمة من فتنة المال تكون في فهم حقيقة الدنيا وتذكر الآخرة.


3. فتنة العلم: قصة موسى علية السلام مع الخضر وكان ظنّ أنه أعلم أهل الأرض فأوحى له الله تعالى بأن هناك من هو أعلم منه فذهب للقائه والتعلم منه فلم يصبر على ما فعله الخضر لأنه لم يفهم الحكمة في أفعاله وإنما أخذ بظاهرها فقط. وتأتي آية العصمة من هذه الفتنة


(قَالَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا) آية 69


والعصمة من فتنة العلم هي التواضع وعدم الغرور بالعلم.


4. فتنة السلطة: قصة ذو القرنين الذي كان ملكاً عادلاً يمتلك العلم وينتقل من مشرق الأرض إلى مغربها عين الناس ويدعو إلى الله وينشر الخير حتى وصل لقوم خائفين من هجوم يأجوج ومأجوج فأعانهم على بناء سد لمنعهم عنهم وما زال السدّ قائماً إلى يومنا هذا. وتأتي آية العصمة (قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا * الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا) آية 103 و 104


فالعصمة من فتنة السلطة هي الإخلاص لله في الإعمال وتذكر الآخرة.


ختام السورة: العصمة من الفتن: آخر آية من سورة الكهف تركّز على العصمة الكاملة من الفتن بتذكر اليوم الآخرة


(قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا ) آية 110


فعلينا أن نعمل عملاً صالحاً صحيحاً ومخلصاً لله حتى يَقبل، والنجاة من الفتن إنتظار لقاء الله تعالى
»»  baca lanjutannya sob .. ..

CINTA [waktu dan cinta]

cinta,kekayaan,kegembiraan,kecantikan,kesedihan,dan apa yang ada disekitar kita adalah sebuah siklus kehidupan yang berputar dan berjalan,dan sesuatu dari setiap apa yang kita rasakan adalah kisah dan bukan fatamorgana.

ketika itu disebuah pulau kecil yang berpendudukan sedikit kurang dari 200 penduduk seperti cinta,kekayaan,kegembiraan,kecantikan,kesedihan,dan para penduduk yang lain tepat pada musim hujan tiba-tiba datang badai yang membanjiri para penduduk disebuah desa pulau itu, lambat laun air mulai meninggi cinta mulai tenggelam dan disuatu ketika dia melihat kekayaan sedang menggayuh perahu dipermukaan,kemudian cinta meneriakan kata-kata 'hei,kekayaan tolonglah aku..' kekayaan kemudian menjawab 'tidak cinta,barang-barang berhargaku sudah banyak diperahuku' kemudian ditinggalah cinta...

lambat laun air terus meninggi lalu dia melihat kegembiraan,dipanggilah ia...
'hey kegembiraan tolong aku...' karena kegembiraan begitu gembira menemukan perahu dia hingga lupa akan cinta yang tidak terlihat dimatanya...

lambat laun air terus meninggi lalu dia melihat kecantikan,dipanggilah ia...
'hey kecantikan tolong aku...' kecantikan menjawab 'kau itu begitu kotor dan banyak lumpur dibajumu,nanti kau mengotoriku dan perahuku...pergilah kecantikan meninggalkan cinta'

lambat laun air terus meninggi lalu dia melihat kesedihan,dipanggilah ia...
'hey kesedihan tolong aku...' kesedihan hanya selalu bersedih dengan apa yang ada dirinya karena perahunya hanya perahu kecil,ditinggalah cinta...

terlihat kearah atas ada seorang kakek dari arah tersebut 'cinta !! cinta !!' kakek tersebut meraih tangan cintadan membawanya pergi kesebuah desa yang tidak terkena banjir dipulau tersebut,tanpa disadari kakek tersebut pergi dan cinta belum sempat tahu 'seiapakah dia??' cinta berjalan menuju salahs eorang penduduk desa tersebut dan bertanya 'siapakah kakek gerangan yang telah menolongku??' penduduk tersebut menjawab 'dia adalah waktu'

hanya waktu yang dapat mengerti dan memahami arti cinta,hanya waktu yang kita sisihkan waktu yang sangat berarti bagi dia orang-orang yang mencintai kita.
»»  baca lanjutannya sob .. ..

13 Keutamaan Ilmu

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point:

1. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:
فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى النُّجُوْمِ. اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، وَاْلأَنْبِيَاءُ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَاًرا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (الترمذي).
“Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak.” (HR. Tirmidzi).

2. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati, tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, gudangnya periwayatan hadits, sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau, dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa), memang hartanya telah sirna, tapi ilmunya tak pernah sirna, kita semua masih tetap membacanya. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam :
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ؛ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ.
“Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.”

3. Ilmu, sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan,
tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya, bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman, lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk, semakin susah pula untuk mencari tempat menyimpannya, belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.

4. Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala:
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran: 18).

Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana.

5. Para ulama (Ahli ilmu syari’at), termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya, sebagaimana firmanNya:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (An-Nisa: 59).

Ulil Amri, menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya.

6. Para ulama, mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ هُوَ الْمُعْطِيْ وَلاَ تَزَالُ هَذِهِ اْلأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ.
“Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah, tidak akan memadharatkan kepada mereka, orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah.” (HR. Al-Bukhari).

Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”.

7. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar, beliau bersabda, yang artinya:
Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah, sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak, di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman, mengairi tanaman dan bercocok tanam. Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang, tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah, maka dia mempelajari dan mengajarkan. Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh), dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

8. Ilmu adalah jalan menuju Surga, tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Sabdanya:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ.
Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).

9. Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu, sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik.
Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam :
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah akan pahamkan dia (masalah) dien.” (Al-Bukhari).

10. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah.

11. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya.
Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi pembunuh nyawa manusia. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim, dan disana ia ditunjukkan jalan taubat, maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya.

12. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman:
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah!
Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan, semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya.
»»  baca lanjutannya sob .. ..

3 IS [amalan terbaik]

Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka.

Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.

Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS.

1.    Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.
Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:
عَنْ أَبِيْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُهُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ. (رواه مسلم).
“Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).

Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.

Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)


2.    Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.

Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة).
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).
Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدًا عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ. (رواه البيهقي عن جابر).
Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).

Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.

Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.
Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ.
Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)


3.    Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.

Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah.

Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.

Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.

Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya:
“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).
»»  baca lanjutannya sob .. ..